11. Implementasi Struktur Tugas dan Fungsi
TEORI ORGANISASI DAN APLIKASI
Implementasi, Struktur,
Tugas dan Fungsi
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ....................................................................................
DAFTAR
ISI ...................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN ...............................................................................
A. Latar Belakang .....................................................................................
B. RumusanMasalah ...............................................................................
C. Tujuan Penulisan.....................................................................................
D. Sistematika ...........................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN ................................................................................
A. Profil BPN
Kota Tangerang ................................................................
B. Struktur
Organisasi (Motto, Visi, Misi) ..........................................
C. Permasalahan....................................................
D. Analisis ...................................................................
E.
Inovasi-Inovasi pada Kantor Pertanahan Kota Tangerang....................
E. Indeks
Kepuasan Masyarakat.................................................................
BAB III
PENUTUP ........................................................................................
A. Kesimpulan ..........................................................................................
B. Saran ....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Masih
banyaknya keluhan masyarakat terhadap kinerja aparat pemerintah karena dirasa
belum optimalnya pelayanan kepada masyarakat, secara tidak langsung diakui oleh
Instansi pemerintah tidak terkecuali pemerintah daerah, terbukti semua instansi
pemerintah dengan gencar melakukan Reformasi Birokirasi di institusi
masing-masing.
Untuk
mencapai tujuan organisasi harus didukung dengan salah satu sumber daya manusia
yang handal, juga teknologi informasi yang maju dan canggih. Kemajuan
(Informasi dan Teknologi) yang demikian pesat, menuntut sumber daya manusia ASN
untuk berkreasi dan berinovasi untuk perbaikan pelayanan publik.
BPN
Kota Tangerang sebagai ujung tombak pendaftaran tanah, senantiasa melakukan
inovasi dan perbaikan terkait sistem pelayanannya. Salah satunya adalah dengan
memanfaatkan kecanggihan teknologi (komputer) sebagai sarana perbaikan
pelayanan publiknya.
Komputerisasi
Kegiatan Pertanahan (KKP) adalah pemanfaatan teknologi dan aplikasi
komputerisasi untuk seluruh kegiatan pendaftaran tanah yang ada pada
Kantor-Kantor Pertanahan seluruh Indonesia. Komputerisasi ini terintegrasi
dengan keseluruhan kegiatan-kegiatan yang dipantau oleh BPN RI melalui satelit.
Dan
dengan dilakukannya Inovasi ini, menjadikan sistem kinerja dan pelayanan yang
ada menjadi lebih efektif, efisian, terukur dan transparan. Serta kemajuan
teknologi ini menimbulkan kompetensi positip di lingkungan BPN, salah satunya
adalah inovasi yang dilakukan BPN Kota Tangerang yang dikenal dengan yaitu
layanan Inovasi Public Service yang berupa ; Layanan INOVASI Unggulan
} 1.
One Day Service Office
} 2.
One Day Service Larasita
} 3.
Weekend Service
} 4.
Geo KKP
} 5.
PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap)
Dalam
makalah ini kami akan mencoba membahas tentang Inovasi tersebut dan kajian
teori dari William Rothwells & Roland Sullivan, Practicing Organization
Development yang terjadi terhadap organisasi terkait inovasi –inovasi tersebut.
B. RumusanMasalah
Dari
latar belakang diatas, kami dapat menyimpulkan bahwa rumusan masalah dari
makalah ini, yaitu:
1,
Bagaimana Profil BPN Kota Tangerang
2.
Permasalahan yang terjadi pada Pelayanan Publik pada BPN
3. Analisis
Teori ANALISIS (William Rothwells &
Roland Sullivan, Practicing Organization Development)
} I.
Pengembangan Organisasi (chappter one)
} II.
Model untuk perubahan (chappter two)
} III.
Pengembangan Organisasi (chapter three)
4. Inovasi-Inovasi pada
Kantor Pertanahan Kota Tangerang.
5. Indeks
Kepuasan Masyarakat
C. Tujuan
Penulisan
Dari
rumusan masalah diatas, kami dapat menyimpulkan bahwa tujuan penulisan makalah
ini, yaitu:
1. Menjelaskan
Profil BPN Kota Tangerang
2.
Menjelaskan permasalahan Pelayanan Publik yang ada pada saat ini.
3. Menjelaskan
Analisis Teori dari (William Rothwells & Roland Sullivan, Practicing
Organization Development)
4. Menjelaskan
Inovasi –inovasi yang dilakukan pada BPN.
5. Menjelaskan
Indeks Kepuasan Masyarakat terkait
layanan Publik.
D. Sisitematika
Struktur
makalah ini yaitu terdiri dari 3 bab, yang disusun untuk membantu
pembaca dalam membaca dan memahami isi dari makalah ini. Adapun susunannya
terdiri atas:
BAB
I Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB
II Pembahasan. Di dalamnya berisi tentang : Penjelasan Profil BPN Kota
Tangerang,
permasalahan Pelayanan Publik yang ada pada
saat ini, analisis Teori dari (William Rothwells & Roland Sullivan,
Practicing Organization Development), Inovasi –inovasi yang dilakukan pada BPN,
Indeks Kepuasan Masyarakat terkait
layanan Publik.
BAB
III Penutup, terdiri dari Kesimpulan dan Saran.
BAB II
PEMBAHASAN
- Profil BPN Kota Tangerang.
Deskripsi
:
Salah satu tujuan pembangunan
nasional Indonesia adalah mensejahterakan rakyat Indonesia yang adil dan
merata, Seiring dengan itu didalam pasal 33 ayat 3 Undang-undang Dasar 1945
yang antara lain menyatakan bahwa “bumi air dan kekayaaann yang terakandung
didalamnya dikuasai oleh Negara yang dipergunakan untuk sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat”.
Berdasarkan
Keppres No.26 tahun 1988 mengenai pembentukan Badan Pertanahan Nasional (BPN)
merupakan peningkatan dan penyempurnaan dari fungsi Dirjen Agraria (Depertemen
Dalam Negeri). Badan Pertanahan Nasional
sebagai Lembaga Non Departemen merupakan instansi vertikal yang bertanggung
jawab langsung kepada Presiden.
Kantor
Pertanahan Kota Tangerang terbentuk berdasarkan Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala
BPN Nomor 16 tahun 1993 tentang pembentukan Kantor Pertanahan Kotamadya
Tangerang. Kantor Pertanahan Kota Tangerang adalah salah satu unit dari Kantor
Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten yang merupakan bagian BPN RI
yang ada di Provinsi. Kantor Pertanahan Kota/Kabupaten memiliki tugas pokok
menyelenggarakan sebagian kewenangan pemerintah pusat, di bidang pertanahan di
daerah.
Badan
Pertanahan Nasional terbentuk dengan peraturan terbaru berdasarkan PP No.10
tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasinal.
Terakhir diatur dalam Perpres N0.17/2015
TTg ATR dan Perpres No. 20/2017 ttg BPN
Kedudukan
Kantor Pertanahan Kota Tangerang sebagai berikut :
- Kantor Pertanahan Kota Tangerang beralamat : Jalan Perintis Kemerdekaan Kavling 5 Cikokol- Kota Tangerang.
- Kantor Pertanahan adalah Lembaga Vertikal Pelaksanaan Tugas Pemerintah Pusat di bidang pertanahan juga sebagai unsur pelaksanaan Pemerintahan Daerah.
- Kantor Pertanahan dipimpin oleh Kepala Kantor yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi.
Undang-Undang
No. 5 tahun 1960 (UUPA) merupakan salah satu dasar BPN melaksanakan tugas
organisasi yang ditindak lanjuti oleh Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 1961
yang telah diganti dengan PP.24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dan
PMNA/KBPN No. 3 tahun 1997, sebagai petunjuk pelaksana Peraturan Pemerintah
tersebut.
Dibawah
ini adalah profil organisasi Kantor Pertanahan Kota Tangerang.
- Struktur Organisasi Unit Kerja
Motto, Visi dan Misi
Moto
Melayani dengan
CERIA ( Cepat, Efektif, Ramah, Ikhlas, Akurat )
Visi
Menjadikan
Kantor Pertanahan Kota Tangerang sebagai Lembaga Pelayanan Publik yang Prima
demi mewujudkan kemakmuran Masyarakat Kota Tangerang
Misi
- Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Manusia yang Profesional serta meningkatkan Sarana dan Prasarana pelayanan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi;
- Mewujudkan pemetaan seluruh bidang tanah ke dalam peta tunggal untuk meminimalisasi bidang tanah yang tumpang tindih;
- Peningkatan pelayanan pendaftaran tanah secara cepat, tepat dan teratur penyelesaiannya untuk menguatkan hak – hak rakyat atas tanah secara berkelanjutan;
- Mewujudkan pengaturan dan penataan pertanahan yang seimbang secara optimal dan berkesinambungan berdasarkan tata ruang;
- Mewujudkan pengendalian pemanfaatan tanah dan pemberdayaan masyarakat untuk kesejahteraan Rakyat serta meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang pertanahan melalui Pokmasdartibnah;
- Meningkatkan upaya penyelesaian sengketa, konflik dan perkara pertanahan di Kota Tangerang secara Sistematik, tuntas dan memberikan kepastian hukum.
B. Permasalahan.
} Di
Era Reformasi Birokrasi Pemerintahan Kerja Jokowi, BPN sebagai penyelenggara
pemerintahan terkait pertanahan, berbenah diri untuk memberikan pelayanan yang
terbaik untuk masyarakat, sehingga paradigma bahwa layanan di BPN itu sulit
mahal berbelit pelan2 bisa dirubah.
} Dengan
perbaikan layanan melalui kinerja baik, dan inovasi-inovasi baru, murah cepat
transparan dan akurat.
C. Analisis
Theory (William
Rothwells & Roland Sullivan, Practicing Organization Development)
} I.
Pengembangan Organisasi
} II.
Model untuk perubahan
} III.
Pengembangan Organisasi
I. PENGEMBANGAN
ORGANISASI
Salah
satu studi tentang pengelolaan sumber daya manusia mengidentifikasikan pada 6
kunci perubahan yang akan berdampak besar pada tempat bekerja dan tenaga kerja
(Rothwell, Prescott & Taylor, 1998):
} Perubahan
Teknologi; Perubahan teknologi mengacu pada keamajuan pesat pengetahuan
manusia.
} Semakin
bertambahnya globalisasi ; Bertambahnya globalisasi mengacu pada pengaruh
transportasi dan komunikasi bisnis yang global.
} Penekanan
Biaya : Penekanan biaya bergantung pada usaha yang dilakukan organisasi untuk
menolak keuntungan margin.
} Bertambah
cepatnya perubahan pasar mengacu pada keberlangsungan kepentingan pesaing
bisnis untuk memenuhi selera konsumen yang berubah cepat.
} Semakin
pentingnya modal pengetahuan; Semakin meningkatnya pengetahuan menambah
kreatifitas manusia untuk mengindentifikasikan bisnis baru, produk baru,
pelayanan baru, dan pasar yang baru.
} Meningkatnya
tingkatan dan besaran perubahan mengacu pada pertambahan kecepatan dan lingkup
perubahan
} Mengapa
sebaiknya setiap orang peduli pada Pengembangan
Organisasi
} Sebaiknya
setiap orang peduli tentang pengembangan organisasi sebagai sebuah kunci topic
bisnis, kemampuan pengembangan organisasi untuk mengelolah secara sukses bagi
pemimpin dan pengikutnya;
} Anderson
dan Anderson (2001) mencatat bahwa saat
ini perubahan merupakan kebutuhan untuk sukses dan kepemimpinan yang kompeten
dan keterampilan yang eksekutif sangat didambakan;
} Strable
(1996) ; tingkat kesuksesan upaya rekayasa
ulang keberhasilan 20-50 %, Dinkin
(2000): mencatat tingkat kesuksesan merger hanya 33 %, Jhonson
(2000) : mencatat tingkat kesuksesan teknologi informasi hanya 28 %, Applebaum, Evard,
Hung (2000): mencatat bahwa 50 % perusahaan yang dirampingkan mengalami
penurunan produktivitas. (Anderson dan Anderson,2001:
Ketidakmampuan mengelolah perubahan dan
kurangnya pemimpin yang terampil menjadi sumber utama dari kegagalan). Smith
(2002): mencatat kesimpulan tentang kegagalan upaya perubahan yang
dilakukan suvei oleh 210 m. janager; mengungkapkan bahwa 75 %
dari kegagalan adalah upaya perubahan untuk membuat peningkatan secara
dramatis, bahwa upaya perubahan 50 % muncul dari atas tetapi 47 % muncul dari
divisi.
} Pengertian
Manajemen Perubahan Pengembangan Organisasi
} Anderson
and Anderson (2001, p. xxviii) mendefinisikan
manajemen perubahan sebagai serangkaian prinsip, teknik dan preskirspi yang
diterapkan pada aspek manusia dalam melakukan insiatif perubahan besar dalam
setting organisasi. Fokusnya bukan pada apa yang menggerakkan perubahan
(teknologi, rencana reorganisasi, merger, akuisisi, globalisasi, dll) tetapi
pada bagaimana mengatur infrastruktur manusia merupakan kunci proyek sehingga
orang lebih baik.
} Richard
Beckhard, otoritas pada pengembangan organisasi
dan manajemen perubahan, mendefinisikan pengembangan organisasi sebagai “upaya,
terencana, organisasi-lebar, dan dikelola dari atas, untuk meningkatkan
efektivitas organisasi.
} Warren
Bennis (1969) berpendapat
bahwa inti dalam mempelajari OD adalah “budaya organisasi”. Ia menggunakan 4
kata yang merupakan komponen dari budaya organisasi, yaitu : kepercayaan,
sikap, penilaian, dan struktur yang dapat beradaptasi dengan teknologi dan
tantangan.
} Dari
definisi diatas menyiratkan beberapa hal-hal penting sebagai berikut :
- Pengembangan organisasi bersifat jangka panjang,
- Pengembangan organisasi memerlukan dukungan dari manager puncak,
- Efek perubahan pengembangan organisasi walaupun tidak ekslusif, melalui pendidikan yang dapat meningkatkan ide, keyakinan, perilaku yang baru dan dapat menerapkannya.
} Istilah
khusus penting yang digunakan dalam perubahan dan pengembangan organisasi
} Perubahan
organisasi ; Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan,
maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun
sistem manajemen suatu organisasi.
} Agen
Perubahan ; Cummings dan Worley (2005)
mendefinisikan agen perubahan “sebagai orang yang mencoba untuk mengubah
beberapa aspek dari suatu organisasi atau lingkungan.
} Client
; Klien adalah organisasi, kelompok, atau individu
yang penting bagi agen perubahan untuk melayani. Proses pemecahan masalah yang
digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan
berdasarkan teori ilmiah penemuan-penemuan, keterampilan, dalam rangkaian atau
tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan dan berfokus pada
klien ( Varney, 1977 ).
} Culture
; Salah satu titik fokus dari OD membuat perubahan
dalam budaya organisasi. Peters dan Waterman (1982) Umumnya, budaya perusahaan
berarti: asumsi dan dasar keyakinan dibagi oleh anggota organisasi, yang beroperasi
secara tidak sadar, dan yang menentukan dalam ‘diambil-untuk-diberikan’ mode
dasar pandangan organisasi itu sendiri dan lingkungannya.
} Intervensi;
Dalam nomenklatur OD, intervensi adalah upaya
perubahan atau proses perubahan. Cummings dan Worley (2005) mendefinisikan
intervensi sebagai “tindakan pada bagian dari agen perubahan.
} Sponsor
; Seorang sponsor adalah orang yang polis,
melegitimasi, dan upaya perubahan atau
intervensi OD.
} Pemangku
Kepentingan :pemangku kepentingan adalah setiap orang
yang memiliki saham untuk dapat intervensi OD. Stakeholder merupakan pelanggan,
pemasok, distributor, karyawan, dan regulator pemerintah.
} Istilah
khusus penting yang digunakan dalam perubahan dan pengembangan organisasi
} Perubahan
organisasi ; Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan,
maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun
sistem manajemen suatu organisasi.
} Agen
Perubahan ; Cummings dan Worley (2005)
mendefinisikan agen perubahan “sebagai orang yang mencoba untuk mengubah
beberapa aspek dari suatu organisasi atau lingkungan.
} Client
; Klien adalah organisasi, kelompok, atau individu
yang penting bagi agen perubahan untuk melayani. Proses pemecahan masalah yang
digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan
berdasarkan teori ilmiah penemuan-penemuan, keterampilan, dalam rangkaian atau
tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan dan berfokus pada
klien ( Varney, 1977 ).
} Culture
; Salah satu titik fokus dari OD membuat perubahan
dalam budaya organisasi. Peters dan Waterman (1982) Umumnya, budaya perusahaan
berarti: asumsi dan dasar keyakinan dibagi oleh anggota organisasi, yang
beroperasi secara tidak sadar, dan yang menentukan dalam ‘diambil-untuk-diberikan’
mode dasar pandangan organisasi itu sendiri dan lingkungannya.
} Intervensi;
Dalam nomenklatur OD, intervensi adalah upaya
perubahan atau proses perubahan. Cummings dan Worley (2005) mendefinisikan
intervensi sebagai “tindakan pada bagian dari agen perubahan.
} Sponsor
; Seorang sponsor adalah orang yang polis,
melegitimasi, dan upaya perubahan atau
intervensi OD.
} Pemangku
Kepentingan :pemangku kepentingan adalah setiap orang
yang memiliki saham untuk dapat intervensi OD. Stakeholder merupakan pelanggan,
pemasok, distributor, karyawan, dan regulator pemerintah.
} Pengertian
berpikir system dan mengapa hal ini menjadi penting bagi praktisi pengembangan
organisasi
- Sebuah sistem adalah serangkaian komponen yang bergantung satu sama lain (Burke, 1980);
- Organisasi dapat dilihat sebagai sistem sosial karena mereka bergantung pada interaksi antara orang-orang (Katz & Kahn, 1978);
- Organisasi menginput kebutuhan pelanggan, bahan baku, modal, informasi, atau orang-orang, kemudian mentransformasi (produksi atau metode jasa pengiriman), dan menghasilkan output (barang jadi, jasa , informasi, atau orang-orang);
- Siklus transformasi ini harus terus menambah nilai dalam proses menghasilkan hasil yang diinginkan untuk organisasi bertahan hidup.
- Keberhasilan organisasi pada kemampuan kita untuk bekerja dengan orang lain untuk menciptakan pemahaman secara umum dari sistem masalah dan solusi muncul.”(Building Kolaborasi, 2004). Pergeseran ini menciptakan budaya di mana banyak ide untuk ketergantungan berasal dari proses saling percaya, kita perlu semangat kolaboratif dari sistem yang terlibat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan menciptakan sukses baik untuk sistem dan untuk pelanggan. Jadi kita dapat mengatakan bahwa berpikir sistem berpikir membawa organisasi ke tingkat kinerja yang lebih tinggi. Sistem pemikiran ini juga penting untuk OD karena alasan sederhana bahwa setiap perubahan dalam setiap bagian dari sistem perubahan merupakan bagian dari sistem lain.
II. Model Perubahan
Perubahan
merupakan suatu modifikasi ataupun berubahnya suatu sistem dalam sebuah
organisasi.
Model
perubahan dengan pendekatan sistem. Dalam model ini ditawarkan kerangka kerja
untuk menggambarkan kompleksitas perubahan organisasi. Perubahan ini terdiri
dari beberapa komponen yaitu input, unsur-unsur yang hendak dirubah, dan
output.
(Model
perubahan Kreitner dan Kinicki)
Ketiga
komponen tersebut memiliki keterkaitan dan berhubungan satu sama lainnya.
} >Input
merupakan faktor pendorong.
} >Unsur
yang hendak dirubah dalam model ini meliputi aturan organisasi, faktor sosial,
metode, desain kerja, teknologi dan aspek manusia.
} >Out
put dari model ini adalah perubahan disemua level organisasi, perubahan di
semua level kelompok dan perubahan individual.
Implementasi
} Penerapannya
teori tersebut pada Kantor Pertanahan Kota Tangerang:
} Input
: Adanya paradigma buruk di masyarakat terkait pelayanan publik pertanahan,
mahal, ribet, lama, tidak jelas, tidak transparant.
} Target
ellement change : Merubah sistem dengan menerbitan regulasi terkait layanan
pertanahan, sehingga bisa diukur prosedur layanannya, baik itu ttg kepastian
waktu, biaya,transparansi dll.
} Output
: Layanan publik yang service exelllent.
Standar
pelayanan adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji
penyelenggara kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat,
mudah, terjangkau, dan terukur.
Adapun
regulasi terkait perbaikan layanan di BPN :
} Regulasi
:
◦
Undang Undang No. 20
Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Pasal 20)
◦
Perpres No. 20 Tahun 2015 tentang BPN
◦
Peraturan Kepala Badan
Pertanahan Nasional No 1 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan
Pertanahan
◦
Perkaban 128/2015
tentang PNBP BPN.
◦
PMNA no.1/ 2017 ttg
PTSL
III. PENGEMBANGAN
ORGANISASI
} melibatkan
orang dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, penelitian tindakan, umpan
balik kinerja tinggi / pengembangan tim, kepuasan, kepemimpinan dan manajemen
pembinaan, tahap-tahap dalam proses konsultasi.
Frederick
Taylor - Manajemen Ilmiah (1893).
} sistem
upah insentif, pekerja keras, tenaga kerja kerjasama manajemen dan membayar
orang. ia adalah orang yang percaya bahwa penghormatan di tempat kerja harus
didasarkan pada pengetahuan dan kinerja
} Desakan
Taylor pada (a) mempertahankan kontrol ketat dari intervensi untuk memastikan
pelaksanaan perubahan dan (b) kedamaian bekerja
Kurt
Lewin - (1946)
} membuat
model konseptual revolusioner untuk perilaku manusia.
} bahwa
pengawas berhenti berusaha untuk meningkatkan tingkat produksi dengan mengatasi
karya individu dan bekerja bukan pada sistem menekankan dan melibatkan seluruh
team kerja.
} bahwa
manajemen menetapkan tujuan produksi yang jelas dicapai oleh pekerja (jika
tidak mungkin, tidak ada perasaan gagal ketika tidak tercapai)
D. INOVASI-INOVASI.
Selain
melaksanakan tugas rutin, yaitu pelayanan pertanahan yang regulasinya diatur
dalam PP.24/1997 tentang Pendaftaran Tanah dan Peraturan Menteri Negara Agraria
nomor 3/1997 tentang pelaksanaan Pendaftaran Tanah yang kegiatannya terdiri
dari :
- Pelayanan Pengukuran.
- Pendaftaran Tanah untuk Pertama Kali.
- Pemeliharaan Data Pertanahan
- Informasi Pertanahan
- Panita A.
- Permasalahan Pertanhan dll.
BPN juga
mempunyai layanan INOVASI unggulan :
Layanan INOVASI
Unggulan
} 1.
One Day Service Office
} 2.
One Day Service Larasita
} 3.
Weekend Service
} 4.
Geo KKP
} 5.
PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap)
- ODS (One Day Service) Office
} One
Day Service Office adalah:
Layanan
Prima Di Bidang Pertanahan yang dilaksanakan pada Loket Pelayanan Kantor Pertanahan
Kota Tangerang untuk 7 (tujuh) jenis pelayanan yang dapat diselesaikan dalam
jangka waktu 1 hari (1-8 jam) dilaksanakan setiap hari kerja.
} Sasaran
yg ingin dicapai ODS Office
- Mempermudah Pelayanan di Bidang Pertanahan
- Mempersingkat Alur Birokrasi Pelayanan di bidang Pertanahan
} Tujuan
Program ODS
- Merubah Image Pelayanan Pertanahan
- Mewujudkan Keinginan Masyarakat Pengguna Layanan dibidang Pertanahan
} Jenis
Layanan ODS Office
- Pengecekan Sertipikat;
- Roya;
- Peningkatan Hak dari HGB ke HM (RSS);
- Pendaftaran SK Hak Untuk Hak Milik
- Blokir
- Sita
- SKPT
- ODS Larasita
One Day Service
Larasita adalah:
Layanan Prima Di
Bidang Pertanahan yang dilaksanakan dengan Mobil Larasita Kantor Pertanahan
Kota Tangerang untuk jenis pelayanan yang dapat diselesaikan dalam jangka waktu
1 hari (1-8 jam) dilaksanakan pada hari kerja sesuai jadual yang telah
ditentukan.
- Geo KKP
- Masyarakat masih mengalami kesulitan untuk mengetahui posisi tepat suatu Bidang Tanah yang dikuasai/dimilki.
- Sering terjadi sengketa pertanahan akibat tumpang tindih Sertipikat
- Masih Minimnya pengamanan dan Link Data-data Spasial dengan Data – Data Tekstual.
- Berusaha menciptakan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik, mudah dan terjangkau.
- Membuka ruang bagi aparatur pertanahan dalam rangka menciptakan karya inovatif dalam pelayanan publik kepada Masyarakat.
Aksi Geo KKP Kantor Pertanahan Kota Tangerang
} Menstandarisasi
data-data Spasial (Peta-peta dan Surat Ukur (GS dan SU));
} Mengentry
dat-data tekstual (Buku Tanah) ke dalam Sistem Geo KKP;
} Meningkatkan
kemampuan fasilitas dan perangkat
software yang ada pada Kantor Pertanahan;
} Masyarakat
dapat mempergunakan Handphone yang berbasis android untuk mendapatkan informasi
Pertanahan (Sistem Cloud);
} Pembuatan
Galeri Peta Tematik
- Layanan Akhir Pekan Weekend Service
Layanan Akhir
Pekan “Weekend Service” adalah: Layanan Di Bidang Pertanahan yang
dilaksanakan setiap hari Sabtu dengan
sasaran masyarakat langsung dan dibatasi jenis layanan serta kewenangannya pada Kantor Pertanahan
Kota Tangerang.
} Maksud
Diselenggarakannya Weekend Service
• Masyarakat
mendapatkan waktu yang lebih banyak untuk mendapatkan pelayanan;
• Masyakat
terdorong untuk melakukan pengurusan adminstrasi pertanahan secara langsung
tanpa perantara;
• Masyarakat
bisa mendapatkan layanan yang lebih cepat dan
lebih baik;
• Mendorong
peningkatan penerimaan PNBP.
Tujuan
Diselenggarakannya WS
• Kantor
Pertanahan Kota Tangerang melakukan inovasi untuk layanan pertanahan dengan
“Weekend Service” diharapkan membangun kepercayaan pada masyarakat (trustbuilding)
dan mendukung program Reformasi Birokrasi;
• Memberikan kesempatan kepada masyarakat langsung (para
pekerja/pegawai) yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.
Jenis Layanan
Weekend Service
- Pengecekan Sertipikat Hak Atas Tanah;
- Pemberian Hak Milik atas Tanah untuk Rumah Tinggal;
- Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT);
- Pendaftaran Blokir; dan
- Hapusnya Hak Tanggungan – Roya
Jadwal dan batas
layanan Weekend Servive
Dilaksanakan
setiap hari sabtu
Pelayanan
pendaftaran mulai Jam : 09.00
s.d 12.00 WIB
Istirahat Jam :
12.00 s.d 13.00 WIB
Penyerahan
Produk Jam
: 13.00 s.d 15.00 WIB
Pemohon : Masyarakat langsung /Pemohon langsung
- Program Nasional PTSL
Pendaftaran
Tanah Sistematik Lengkap.
} Dasar
hukum : PP.35 tahun 2015 yang diperbaharui dengan PP.1 thn 2017 tentang PTSL
} PTSL
adlah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yg dilakukan secara
serentak bagi semua obyek pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik
Indonesia dlm satu wilayah desa/kelurahan.
} Target
25 Juta bidang tanah di seluruh NKRI.
Biaya permohonan
PTSL untuk pendaftaran pada BPN dibebankan kepada APBN.
Adapun biaya2
yang diluar pendaftaran di BPN dibebankan kepada pemohon.
} Kantor
Pertanahan Kota Tangerang, sebagai leading sektor PTSL di Kota Tangerang
mempunyai target penyelesaian PTSL untuk thn 2017 sebanyak,
} 30.000
Bidang.
F. Indeks
Kepuasan Masyarakat
} Indeks
kepuasan Masyarakat
} Berdasarkan
Penilitan Puslitbang Kementrian Agraria dan Tata Ruang/BPN tahun 2014,
} Layanan
Inovasi Kantor Pertanahan Kota Tangerang
Memperoleh
peringkat ke 5 Nasional Indeks Kepuasan Masyarakat
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan:
Pengembangan
Organisasi adalah upaya jangka panjang, yang dipimpin dan didukung oleh
manajemen puncak, untuk meningkatkan visi organisasi, pemberdayaan,
pembelajaran, dan proses pemecahan masalah organisasi, melalui berkelanjutan
pengelolaan budaya kolaboratif organisasi dengan penekanan khusus pada budaya
tim kerja yang komprehensif serta konfigurasi tim lain dengan menggunakan jasa
konsultan/peran dari teori dan teknologi ilmu perilaku terapan termasuk
penelitian tindakan (Franc dan Bell, 1999).
Dalam
melakukan pengembangan suatu organisasi pasti dibutuhkan perubahan-perubahan
baik secara struktur, tugas maupun fungsi. Perubahan organisasi bisa menjadi
peluang dan tantangan bila setiap komponen organisasi berusaha untuk saling
memahami dan bekerjasama pada setiap perubahan yang terjadi untuk mencapai
tujuan organisasi, sebaliknya bisa menjadi ancaman bila masing-masing komponen
organisasi masih terjebak dengan pola-pola organisasi yang lama dan sudah tidak
relevan. Dalam mekanisme kerja suatu organisasi, khususnya dalam organisasi
yang banyak melibatkan tenaga manusia, prinsip yang dikembangkan adalah take
and give yang artinya bahwa organisasi tersebut disamping bersedia memenuhi
kebutuhan-kebuhan para pegawainya juga menuntut adanya seorang pimpinan yang
arif dan bijaksana, sehingga para pegawai dapat bekerja dengan baik sehingga
kinerja dapat dicapai.
B. Saran
:
Bertolak dari uraian
diatas, maka selanjutnya dapat disimpulkan saran-saran sebagai berikut :
Reformasi
Birokrasi mengubah wajah pelayanan publik dari konvensional menjadi service
excellent. Paradigma masa lalu tentang pelayanan publik yang buruk, mau tidak
mau harus berubah. Masyarakat saat ini adalah masyarakat yang pintar, kritis
dan menginginkan perubahan terkait layanan publik. Sistem Layanan Publik yang
Jelas biayanya, jangka waktunya, tranparansi, juga layanan inovasi yang
memberikan kemudahan adalah harapan terbesar dari masyarakat. PNS/ ASN sebagai
pelaksana pelayanan publik dituntut memberikan kerja baik. Perubahan
Organisasi, struktur, juga paradigma
yang ditunjang dengan regulasi (peraturan) menjadi acuan PNS/ASN untuk
melaksanakan kinerjanya.
Daftar Pustaka :
William
Rothwells & Roland Sullivan, Practicing Organization
Development
Comments
Post a Comment