Dampak Perubahan Inovasi Layanan berbasis Informasi & Teknologi
TEORI PEMBANGUNAN DAN
PERUBAHAN SOSIAL
Dampak Perubahan Inovasi Layanan berbasis Informasi & Teknologi
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR
ISI ................................................................................................... ii
BAB
I
PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. Latar
Belakang .....................................................................................
B. RumusanMasalah ...............................................................................
C. Tujuan Penulisan.....................................................................................
D. Sistematika ...........................................................................................
BAB
II
PEMBAHASAN ................................................................................
A. Profil
BPN Kota Tangerang ................................................................
B. Inovasi
Layanan berbasis Informasi & Teknologi (study kasus inovasi layanan
Weekend service) ..........................................
C. Dampak
perubahan untuk instansi dan Masyarakat ..............................................
- Perubahan Terencana......................................................................
- Perubahan Tidak Terencana ............................................................
D. Tantangan
dan Strategi ...................................................................
E. Kajian
Teori Husey DE ..................................................................
BAB
III PENUTUP ........................................................................................
A. Kesimpulan ..........................................................................................
B. Saran ....................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Masih
banyaknya keluhan masyarakat terhadap kinerja aparat pemerintah karena dirasa
belum optimalnya pelayanan kepada masyarakat, secara tidak langsung diakui oleh
Instansi pemerintah tidak terkecuali pemerintah daerah, terbukti semua instansi
pemerintah dengan gencar melakukan Reformasi Birokirasi di institusi
masing-masing.
Untuk
mencapai tujuan organisasi harus didukung dengan salah satu sumber daya manusia
yang handal, juga teknologi informasi yang maju dan canggih. Kemajuan
(Informasi dan Teknologi) yang demikian pesat, menuntut sumber daya manusia ASN
untuk berkreasi dan berinovasi untuk perbaikan pelayanan publik.
BPN
Kota Tangerang sebagai ujung tombak pendaftaran tanah, senantiasa melakukan
inovasi dan perbaikan terkait sistem pelayanannya. Salah satunya adalah dengan
memanfaatkan kecanggihan teknologi (komputer) sebagai sarana perbaikan
pelayanan publiknya.
Komputerisasi
Kegiatan Pertanahan (KKP) adalah pemanfaatan teknologi dan aplikasi
komputerisasi untuk seluruh kegiatan pendaftaran tanah yang ada pada
Kantor-Kantor Pertanahan seluruh Indonesia. Komputerisasi ini terintegrasi
dengan keseluruhan kegiatan-kegiatan yang dipantau oleh BPN RI melalui satelit.
Dan
dengan dilakukannya KKP ini, menjadikan sistem kinerja dan pelayanan yang ada
menjadi lebih efektif, efisian, terukur dan transparan. Serta kemajuan
teknologi ini menimbulkan kompetensi positip di lingkungan BPN, salah satunya
adalah inovasi yang dilakukan BPN Kota Tangerang yang dikenal dengan “Layanan
Inovasi Weekend Service” yaitu layanan Public Service yang dilakukan tiap akhir
pekan sebagai bagian pelayanan kepada masyarakat.
Dalam
makalah ini penulis akan mencoba membahas tentang dampak perubahan yang terjadi
terhadap organisasi terkait inovasi berbasis Informasi dan teknologi tersebut,
dan kaitannya dengan kajian teori dari Ahli Manajemen Husey, DE.
B. RumusanMasalah
Dari
latar belakang diatas, kami dapat menyimpulkan bahwa rumusan masalah dari
makalah ini, yaitu:
1,
Bagaimana Profil BPN Kota Tangerang
2.
Apa pengertian Layanan berbasis IT di BPN Kota Tangerang (study kasus layanan
inovasi weekend service)?
3. Apa
Dampak perubahan bagi instansi dan masyarakat?
4. Apa
Tantangan dan Strategi menghadapi perubahan berbasis IT?
5. Kajian
Teori Husey DE, terkait layanan berbasis IT.
C. Tujuan
Penulisan
Dari
rumusan masalah diatas, kami dapat menyimpulkan bahwa tujuan penulisan makalah
ini, yaitu:
1. Profil
BPN Kota Tangerang
2.
Menjelaskan Layanan berbasis IT di BPN Kota Tangerang (study kasus layanan
inovasi weekend service)?
3. Menjelaskan
Dampak perubahan bagi Instansi dan Masyarakat.
4. Menjelaskan
Tantangan dan Strategi menghadapi perubahan.
5. Menjelaskan
Kajian teori Husey DE, terkait layanan berbasis IT.
D. Sisitematika
Struktur
makalah ini yaitu terdiri dari 3 bab, yang disusun untuk membantu
pembaca dalam membaca dan memahami isi dari makalah ini. Adapun susunannya
terdiri atas:
BAB
I Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB
II Pembahasan. Di dalamnya berisi tentang : Penjelasan Profil BPN Kota
Tangerang, Pengertian Layanan berbasis IT di BPN Kota Tangerang (study kasus
layanan inovasi weekend service). Dampak
perubahan bagi instansi dan masyarakat.
Tantangan dan Strategi menghadapi perubahan berbasis IT.
Kajian Teori Husey DE, terkait layanan berbasis IT.
BAB
III Penutup, terdiri dari Kesimpulan dan Saran.
BAB II
PEMBAHASAN
- Profil BPN Kota Tangerang.
Deskripsi
:
Salah satu tujuan pembangunan
nasional Indonesia adalah mensejahterakan rakyat Indonesia yang adil dan
merata, Seiring dengan itu didalam pasal 33 ayat 3 Undang-undang Dasar 1945
yang antara lain menyatakan bahwa “bumi air dan kekayaaann yang terakandung
didalamnya dikuasai oleh Negara yang dipergunakan untuk sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat”.
Berdasarkan
Keppres No.26 tahun 1988 mengenai pembentukan Badan Pertanahan Nasional (BPN)
merupakan peningkatan dan penyempurnaan dari fungsi Dirjen Agraria (Depertemen
Dalam Negeri). Badan Pertanahan Nasional
sebagai Lembaga Non Departemen merupakan instansi vertikal yang bertanggung
jawab langsung kepada Presiden.
Kantor
Pertanahan Kota Tangerang terbentuk berdasarkan Keputusan Menteri Negara
Agraria/Kepala BPN Nomor 16 tahun 1993 tentang pembentukan Kantor Pertanahan
Kotamadya Tangerang. Kantor Pertanahan Kota Tangerang adalah salah satu unit
dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten yang merupakan
bagian BPN RI yang ada di Provinsi. Kantor Pertanahan Kota/Kabupaten memiliki
tugas pokok menyelenggarakan sebagian kewenangan pemerintah pusat, di bidang
pertanahan di daerah.
Badan
Pertanahan Nasional terbentuk dengan peraturan terbaru berdasarkan PP No.10
tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasinal.
Kedudukan
Kantor Pertanahan Kota Tangerang sebagai berikut :
- Kantor Pertanahan Kota Tangerang beralamat : Jalan Perintis Kemerdekaan Kavling 5 Cikokol- Kota Tangerang.
- Kantor Pertanahan adalah Lembaga Vertikal Pelaksanaan Tugas Pemerintah Pusat di bidang pertanahan juga sebagai unsur pelaksanaan Pemerintahan Daerah.
- Kantor Pertanahan dipimpin oleh Kepala Kantor yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi.
Undang-Undang
No. 5 tahun 1960 (UUPA) merupakan salah satu dasar BPN melaksanakan tugas
organisasi yang ditindak lanjuti oleh Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 1961
yang telah diganti dengan PP.24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dan
PMNA/KBPN No. 3 tahun 1997, sebagai petunjuk pelaksana Peraturan Pemerintah
tersebut.
Dibawah
ini adalah profil organisasi Kantor Pertanahan Kota Tangerang.
Struktur
Organisasi Unit Kerja
Motto, Visi dan Misi
Moto
Melayani dengan
CERIA ( Cepat, Efektif, Ramah, Ikhlas, Akurat )
Visi
Menjadikan
Kantor Pertanahan Kota Tangerang sebagai Lembaga Pelayanan Publik yang Prima
demi mewujudkan kemakmuran Masyarakat Kota Tangerang
Misi
- Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Manusia yang Profesional serta meningkatkan Sarana dan Prasarana pelayanan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi;
- Mewujudkan pemetaan seluruh bidang tanah ke dalam peta tunggal untuk meminimalisasi bidang tanah yang tumpang tindih;
- Peningkatan pelayanan pendaftaran tanah secara cepat, tepat dan teratur penyelesaiannya untuk menguatkan hak – hak rakyat atas tanah secara berkelanjutan;
- Mewujudkan pengaturan dan penataan pertanahan yang seimbang secara optimal dan berkesinambungan berdasarkan tata ruang;
- Mewujudkan pengendalian pemanfaatan tanah dan pemberdayaan masyarakat untuk kesejahteraan Rakyat serta meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang pertanahan melalui Pokmasdartibnah;
- Meningkatkan upaya penyelesaian sengketa, konflik dan perkara pertanahan di Kota Tangerang secara Sistematik, tuntas dan memberikan kepastian hukum.
B. Inovasi
Layanan berbasis Informasi & Teknologi (study kasus inovasi layanan
Weekend service).
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan
sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam
masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan
sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.
Teknologi
Informasi (TI) yang kini berkembang amat pesat, tak bisa dipungkiri memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap seluruh proses globalisasi
ini. TI telah mengubah wajah ekonomi konvensional yang lambat dan
mengandalkan interaksi sumber daya fisik secara lokal menjadi ekonomi digital
yang serba cepat dan mengandalkan interaksi sumber daya informasi secara
global. Peran Internet tidak bisa dipungkiri dalam hal penyediaan informasi
global ini sehingga dalam derajat tertentu, TI disamaratakan dengan Internet.
Internet sendiri memang fenomenal kemunculannya sebagai salah satu tiang
pancang penanda kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Internet
menghilangkan semua batas-batas fisik yang memisahkan manusia dan menyatukannya
dalam dunia baru, yaitu dunia “maya”. Setara dengan perkembangan perangkat
keras komputer, khususnya mikro-prosesor, dan infrastruktur komunikasi, IT di
internet berkembang dengan kecepatan yang sukar dibayangkan.
Demikian
pula dengan BPN Kota Tangerang, seiring dengan Reformasi Birokrasi, instansi
ini terus berbenah diri untuk perbaikan pelayanan kepada masyarakat. Salah
satunya dengan pemanfaatan teknologi komputer yaitu dengan Komputerisasi
Kegiatan Pertanahan (KKP).
KKP
ini terintegrasi dengan data layanan dan keseluruhan kegiatannya dipantau via
satelit oleh BPN RI selaku organisasi induk. Tiap-tiap proses pelayanan
pendaftaran tanah sudah diaplikasi dalam KKP tersebut, baik itu mengenai
inputnya, prosedurnya, maupun output yang dihasilkan pun sudah terintegrasi
dalam Komputerisasi Kegiatan Pertanahan tersebut.Termasuk sistem pelaporannya
sudah terintegrasi secara komputerisasi dan online yang terangkum dalam SKMPP
(Sistem Kendali Mutu Program Pertanahan).
Dengan
kemajuan IT tersebut, BPN Kota Tangerang sebagai pilot project, meluncurkan
Inovasi layanan berbasis IT yang dikenal dengan Layanan “Weekend Service.”
PELAYANAN
SABTU-MINGGU ( WEEKEND SERVICE )
Kantor
Pertanahan Kota Tangerang sebagai instansi pelayanan publik berupaya terus
menerus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.Pengembangan produk layanan
yang berorientasi pada kepuasan pelanggan tidak dapat dihindari lagi. Kantor
Pertanahan Kota Tangerang telah mengoperasikan layanan Larasita (Kantor
Pertanahan Bergerak) dan sejak tahun 2012 telah melaksanakan juga percepatan
layanan dengan melaksanakan kegiatan “one day service”.
Namun
demikian, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, masih ditemukan
kendala-kendala yang dihadapi masyarakatdi lapangan antara lain minimnya
informasi dan sulitnya masyarakat Kota Tangerang mendapatkan akses layanan.
Masyarakat perkotaan sebagian besar merupakan karyawan yang memiliki kesibukan
di hari kerja, kondisi lalu lintas yang seringkali macet, antrian pelayanan
yang panjang menyebabkan pada hari-hari tersebut masyarakat tidak dapat
memanfaatkan layanan pertanahan dan enggan untuk mengurus administrasi
pertanahan secara langsung.Mempertimbangkan hal-hal di atas, Kantor Pertanahan
Kota Tangerang membuat produk layanan berupa Weekend Service (Layanan
Akhir Pekan).
Pelaksanaan Weekend
Service diharapkan dapat memberikan akses yang lebih besar bagi
masyarakat/pemohon langsung untuk mendapatkan layanan pertanahan yang
transparan, cepat dan lebih berkualitas sertadapat mendorong meningkatnya
Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Weekend
Service (Layanan Akhir Pekan), diinisiasi jajaran Kantor Pertanahan Kota
Tangerang, dan dimulai sejak tanggal 27 April 2013, berdasarkan Keputusan
Kepala Kantor PertanahanKota Tangerang No: 79/KEP-36.71/IV/2013 tanggal 02
April 2013, dimulailah pelayanan pertanahan pada Hari Sabtu, selanjutnya
dikenal dengan nama layanan “Weekend Service”. Pada awal kegiatan ini Kantor
Pertanahan Kota Tangerang melaksanakan pelayananuntuk 6 Jenis Layanan meliputi,
1).
Pengecekan Sertipikat;
2).
Perubahan Hak dari HGB ke HM (RSS),
3)
Blokir; 4) Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dan
5)
Hapusnya Hak Tanggungan (Roya), serta
6).Konsultasi
dan informasi pertanahan, dengan sasaran masyarakat pemilik tanah
langsung/tanpa perantara.
Pada
saat ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor: 12/SE/XI/2014 tanggal 06 Nopember 2014,pelayanan
akhir pekan dikembangkan menjadi hari Sabtu dan Minggu.
Menyikapi
Surat Edaran tersebut, maka Kantor Pertanahan menambah waktu pelayanan dengan
hari minggu, serta menambah jenis layanan menjadi 8 jenis layanan, dengan
layanan tambahan meliputi,
1).
Pendaftaran SK. Hak untuk Hak Milik,
2).Pecatatan
Sita dan
3).
Informasi Nilai Tanah (ZNT),
yang
ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang
No: 124/KEP-36.71/XI/2014 tanggal 02 April 2014, tentang Jenis Pelayanan dan
Pelimpahan Kewenangan Penanda-tanganan Buku Tanah dan sertipikat dalam rangka
pelayanan pertanahan pada Hari Sabtu dan Minggu pada Kantor Pertanahan Kota
Tangerang.
Untuk
memastikan kegiatan ini konsisten dan berkelanjutan, maka alokasi anggaran
dalam rangka pelaksanaan program Weekend Service ini telah ditetapkan
dalamDIPA Kantor Pertanahan Kota Tangerang.
C. Dampak
perubahan untuk instansi dan Masyarakat.
Dengan
adanya layanan berbasis IT ini, menimbulkan dampak positip bagi instansi dan
masyarakat, berikut gambarannya :
Dampak
perubahan bagi instansi
|
Dampak
perubahan bagi masyarakat
|
Pembukuan
dilakukan secara komputerisasi, sudah tidak manual lagi.
Prosedur
pelayanan dan pemantauan layanan sudah terintegrasi dengan KKP
Sistem
pelaporan dan keseluruhan kegiatan terintegrasi dengan SKMPP (sistem kendali
mutu program pertanahan).
Pembayaran
PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sudah non tunai yaitu sudah melalui
mekanisme EDC (Electronic Data Capturing)
Sehingga
seluruh layanan menjadi lebih efektif dan effisien, terukur dan transparant.
Namun
yang lebih penting dari itu, kualitas SDM ASN BPN mejadi lebih profesional
dan tidak gagap teknologi, berkompetensi tinggi, sehingga pelayanan yang ada
di instansi memenuhi kualifikasi pelayanan publik yang “Service Excellent”.
|
Dengan
adanya pelaksanaan program Weekend Sevice, beberapa hal yang
diharapkan antara lain
1).
Terbukanya akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengurus langsung
administrasi pertanahan tanpa melalui perantara/calo khususnya yang tidak
mempunyai waktu yang cukup pada hari kerja biasa,
2).Dengan
mengurus sendiri/langsung, masyarakat tidak dibebani biaya-biaya untuk
perantara
3).Adanya
kepastian syarat dan waktu yang dapat diketahui langsung oleh masyarakat.
|
C.1. Perubahan Terencana :
Terkait dengan layanan
publik yang berbasis Informasi dan teknology di Kantor Pertanahan Kota
Tangerang. Instansi ini menyiapkan segala infrastrukturnya, baik itu yang
terkait dengan regulasi (peraturannya), perangkat teknologinya (hardware),
maupun terkait sumber daya ASN nya melalui Diklat (Pendidikan dan latihan)
terkait teknis kegiatan dimaksud. Sehingga dalam melaksanakan inovasi-inovasi
layanan ini, secara hukum ada payung hukumnya, secara teknologi (hardware)
dananya terakumulasi dalam DIPA satker, dan pelatihan-pelatihan teknis untuk
Sumber daya ASN terakomodir.
Dan harapan untuk menjadikan
layanan publik ini menjadi layanan yang service excellent menjadi acuan untuk
memberikan yang terbaik untuk negeri.
C.2. Perubahan Tidak Direncanakan
Terkait program layanan
weekend service yang pilot project nya adalah Kantor Pertanahan Kota Tangerang,
ternyata menimbulkan kompetensi yang sehat diantara Kantor-Kantor Pertanahan
yang lain. Masing-masing Kantor tersebut berlomba untuk memberikan pelayanan
publik terbaik melalui inovasi-inovasi yang dilakukan sebagai perbaikan
pelayanan publik. Berikut inovasi-inovasi pelayanan publik di bidang BPN.
INOVASI PELAYANAN PERTANAHAN
- Layanan One Day Service (Layanan 1 hari selesai )
- Layanan Quick Service ( Layanan cepat )
- Layanan Weekend Service ( Layanan Sabtu Minggu )
- Layanan Tujuh Menit ( Lantum )
- Layanan Informasi Online www.bpn.go.id
- SMS Informasi Pertanahan 2409
http://www.bpn.go.id/Publikasi/Inovasi/SMS-Informasi-Pertanahan-2409
Kompetensi yang terjadi
ini merupakan bagian Perubahan tidak
direncanakan. Kemajuan Informasi dan Teknologi bedampak demikian besar terhadap
sistem organisasi dan masyarakat kita.
D. Tantangan dan
Strategi Inovasi Layanan berbasis Informasi & Teknologi (study
kasus inovasi layanan Weekend service).
Dampak
Perubahan layanan berbasis Informasi dan teknologi ini, menimbulkan tantangan
tersendiri untuk organisasi. Dan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut
diantisipasi dengan strategi-strategi yang diharapkan mampu mengatasinya.
Tantangan
Perubahan
|
Strategi untuk
perubahan
|
1.Regulasi
terkat inovasi yang dilakukan.
|
Dibuatkan
regulasi/payung hukumnya untuk layanan inovasi tersebut, sehingga jika ada
temuan dari inspektorat/BPK sudah terakomodir payung hukumnya.
|
2.
Hardware sistem KKP (Komputerisasi Kegiatan Pertanahan).
|
Belanja
modal untuk hardware sudah terakumulasi dalam DIPA Satker tahun berjalan.
|
3.
Aplikasi (Software) KKP sudah terintergrasi dengan pamantauan BPN RI melalui
satelit.
|
Senantiasa
berkomunikasi aktif dengan admin di Pusat, terkait program aplikasi KKP,
sehingga jika terjadi suatu masalah dapat terdeteksi secara cepat.
|
4.
Sistem pembayaran PNBP BPN berbasis EDC (Electronic Data Capturing).
|
Menjalin
komunikasi efektif dengan pihak bank persepsi terkait PNBP BPN.
|
5.
Profesionalisme Sumber Daya ASN BPN.
|
Untuk
peningkatkan mutu SDM yang profesional, diadakan DIKLAT teknis sebagai bagian
profesionalitas service excellent.
|
6.
Manajemen Leader BPN untuk selalu memotivasi pelaksana dibawahnya.
|
Kepala
Kantor sebagai leader memotivasi dan mengapresiasi tim pelaksana dilapangan.
|
7.Edukasi
dan Informasi kepada masyarakat terkait inovasi layanan publik.
|
Agar
layanan inovasi diketahui oleh masyarakat, instansi mengadakan sosialisasi di
masyarakat, bisa sosialisasi langsung, maupun melalui media lain, iklan dan
brosur.
Pelaksanaan
Weekend Service melalui beberapa tahapan yaitu 1) tahapan persiapan berupa
rapat internal dan koordinasi dengan instansi terkait 2) tahapan sosialisasi
melalui media spanduk, media cetak dan 3) tahapan pelaksanaan 4) tahapan
evaluasi.
|
E. Kajian
Teori Husey DE
Terkait
Inovasi Layanan berbasis Informasi & Teknologi (study kasus inovasi
layanan Weekend service). saya akan menganalisanya melalui teori dari
HUSEY, DE.
Faktor-faktor
pendorong perubahan menurut Teory Husey, DE (How to manage organiztional
change, 2000;6)
- Perubahan teknologi
- Meningkatnya persaingan global
- Meningkatnya tuntutan pelanggan
- Berubahnya profil demografi negara
- Privatisasi kepemilikan bisnis
- Tuntutan peningkatan keuntungan dari pemegang saham.
Namun
demikian saya hanya akan mengambil 1 variable dari teori Husey,DE ttg perubahan yaitu variable perubahan
teknologi.
Berikut
diagramnya:
Variabel
|
Dimensi
|
Indikator
|
Perubahan
Teknologi
|
Komunikasi
|
HP
Komputer
|
Informasi
|
Internet
Media
sosial.
|
Teknologi
sebagai faktor pendorong perubahan sosial yang terjadi di masyarakat, Teknologi Informasi (TI) yang kini berkembang
amat pesat, tak bisa dipungkiri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap
seluruh proses globalisasi ini. TI telah mengubah wajah ekonomi
konvensional yang lambat dan mengandalkan interaksi sumber daya fisik secara
lokal menjadi ekonomi digital yang serba cepat dan mengandalkan
interaksi sumber daya informasi secara global. Pun demikian dengan
Instansi Pemerintah, khususnya instansi yang berhubungan langsung dengan
pelayanan publik seperti Badan Pertanahan Nasional.
Kemajuan
teknologi IT mendorong instansi untuk melakukan terobosan baru dalam hal
inovasi pelayanan publik.Pemanfaatan Teknologi memberikan banyak kemudahan hal
prosedur kinerja layanan instansi publik. BPN dengan program KKP (Komputerisasi
Kegiatan Pertanahan) sudah mengadopsi teknologi sebagai sarana kinerjanya.
Seluruh kegiatan yang sudah terintegrasi dengan dengan komputer BPN RI sebagai
organisasi induknya via satelit.
Hal
ini memberikan inovasi layanan baru yang kemudian dikenal dengan layanan berbasis
IT “Weekend Service” atau layanan akhir pekan.
Dengan
IT selain efektif dan efisiensi dalam layanan, juga mendorong banyak instansi
pemerintah untuk berkompetensi positif memperbaiki layanan publiknya, sesuai
amanat Reformasi Birokrasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan:
Teknologi
Informasi, mengubah wajah pelayanan publik dari konvensional menjadi sistem
komputerisasi, sehingga mekanisme kinerja instansi terintegrasi dalam sistem
komputer. Dikenal dengan istilah KKP (Komputerisasi Kegiatan Pertanahan).
Dimana seluruh pembukuan, prosedur layanan, penerimaan PNBP dan mekanisme
pelaporan, tidak lagi secara manual dilakukan tetapi sudah dikomputerisasi.
Teknologi
Informasi, melahirkan inovasi-inovasi layanan publik baru, sebagai bagian dari
Reformasi Birokrasi. Salah satunya lahirnya layanan publik “Weekend Service”
atau layanan akhir pekan pada Kantor Pertanahan Kota Tangerang.
Teknologi
informasi, sebagai alat komunikasi dan sarana kinerja memberikan banyak
kemudahan bagi instansi dan masyarakat, sehingga layanan publik menjadi lebih,
efektif, efisien, transparant, serta terukur dari segi waktu dan biaya untuk
masyarakat.
B. Saran
:
Bertolak dari uraian
diatas, maka selanjutnya dapat disimpulkan saran-saran sebagai berikut :
Meskipun teknologi ini memberi manfaat baik yang demikian besar, hendaknya kemajuan teknologi ini disikapi secara arif dan bijak. Karena tidak dapat dipungkiri, dampak kemajuan teknologi ini banyak membawa dampak negative juga.
Meskipun teknologi ini memberi manfaat baik yang demikian besar, hendaknya kemajuan teknologi ini disikapi secara arif dan bijak. Karena tidak dapat dipungkiri, dampak kemajuan teknologi ini banyak membawa dampak negative juga.
Daftar
Pustaka :
Siagian, Sondang. 1986. Organisasi
Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi. Jakarta: PT Gunung Agung.
Stephen, P.Robins. 1996. Prilaku
Organisasi Konsep- Kontroversi Aplikasi Jilid 1. Jakarta : PT.Prenhallindo.
Comments
Post a Comment