Teori Prinsipal Manajemen
TUGAS KULIAH
TEORI ADMINISTRASI PUBLIK
Teori Prinsipal Manajemen
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ........................................................................................................
BAB I TOKOH MANAJEMEN HENRY FAYOL
A.
General Prinsipal
Manajemen Teori yang dikembang Henry Fayol.............
BAB II IMPLEMENTASI TEORI HENRY FAYOL
1.
Division work...............................................................................................
2.
Authority and
Responsibility.......................................................................
3.
Dicipline.......................................................................................................
4.
Unity of command.......................................................................................
5.
Unity of direction.........................................................................................
6.
Subordination of
individual interest to general interest...............................
7.
Remuneration...............................................................................................
8.
Centralization...............................................................................................
9.
Scalar Chain.................................................................................................
10.
Order ........................................................................................................
11.
Equity
12.
Stability of tenure
of personal
13.
Initiative.......................................................................................................
14.
Esprite de corps............................................................................................
BAB III Penutup...........................................................................................
BAB
I
TOKOH
MANAJEMEN HENRY FAYOL
Henry
Fayol: Henri Fayol (lahir di Istanbul, 1841,
meninggal di Paris, 1925)
adalah seorang teoris manajemen atau administrasi asal Perancis. Fayol adalah salah satu kontributor
paling berpengaruh dalam konsep manajemen atau ilmu
administrasimodern. Peninggalan Fayol yang paling terkenal adalah
tentang lima fungsi utama manajemen, yaitu merencanakan, mengorganisasi,
memerintah, mengkoordinasi, dan mengontrol (Fayol, 1949, 1987). Menurut Fayol,
praktik manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat
diidentifikasi dan dianalisis. Dan selanjutnya analisis tersebut dapat
dipelajari oleh manajer lain atau calon manajer.
Fayol terkenal akan 14 prinsip manajemennya. Prinsip ini
disebut Fayol dalam karya aslinya sebagai 14 prinsip administrasi. Perbedaan
terjemahan dan kiblat ilmu antara Anglo Saxon dan Continental menyebabkan
banyak orang memahami Fayol sebagai teoris manajemen. Padahal ini disebabkan
karya aslinya, "Administration Industrielle et Generale" yang
diterjemahkan ke bahasa inggris "General and Industrial Management".
A.
Teori yang dikembangkan Henry Fayol.
14 Prinsip Manajemen Menurut Henri Fayol.
1.
Pembagian
kerja (division work)
2.
Keseimbangan
wewenang dan tanggung jawab (Authority dan resposibility)
3.
Disiplin
(Dicipline)
4.
Kesatuan
Komando (Unity of command)
5.
Kesatuan arah
(Unity of direction)
6.
Mengutamakan
kepentingan organisasi diatas kepentingan individu (Subordination of individual
interest to general interest).
7.
Kompensasi
yang adil (Renumeration)
8.
Sentralisasi
(Centralization)
9.
Rantai Skalar
(Scalar chain)
10. Tata Tertib (Order)
11. Keadilan(Equity)
12. Stabiitas kondisi karyawan (stability of tenure of
personal)
13. Inisiatif (Initiative)
14. Semangat Kesatuan (Esprit de corps).
BAB II
IMPLEMENTASI
TEORI HENRY FAYOL
14 Prinsip Manajemen Menurut Henri Fayol.
1. Pembagian kerja
(division work)
Pekerjaan
harus dibagi menjadi unsur-unsur yang lebih kecil atau di-spesialisasi sehingga
Output (hasil kerja) Karyawan dan Efektifitas akan meningkat seiring dengan
peningkatan kemampuan dan keahlian pada tugas yang diembannya.
Aplikasinya dalam administrasi publik : contohnya Dalam suatu institusi dibuatkan
tugas pokok fungsi yang jelas untuk setiap pegawai, sesuai dengan Latar
belakang pendidikan dan skill yang dipunyai pegawai. Sehingga tanggung jawab
dari personal bisa diukur berdasarkan tupoksi tersebut. Contohnya seorang staff
dengan latar belakang kemampuan dibidang keuangan, diberikan tupoksi sesuai
dengan pendidikannya. Lalu seseorang
yang mempunyai skill dalam bidang teknis diberikan tupoksi terkait bidang
teknis di instansi tersebut. Dan masing-masing pegawai tersebut bertanggung
jawab terhadap atasan langsungnya.
- Keseimbangan wewenang dan tanggung jawab (Authority dan resposibility)
Para
Manager memiliki wewenang dalam memerintahkan bawahan melakukan atau tidak
melakukan sesuatu. Setiap Karyawan diberikan wewenang untuk melakukan suatu
pekerjaan. Tetapi suatu hal yang perlu diingat, Wewenang tersebut berasal dari
suatu Tanggung Jawab. Oleh karena itu, Wewenang dan Tanggung Jawab harus
seimbang, makin besar wewenangnya makin besar pula pertanggungjawabannya.
Aplikasi teori ini dalam administrasi public: Kewenangan yang dipunyai oleh kepala sub bagian tata
usaha tentunya berbeda dengan kewenangan yang dipunyai kepala seksi teknis
instansi. Kasubag tata usaha, hanya membawahi hal-hal terkait urusan umum dan
keuangan, sedangkan kasie di bidang teknis tentunya membawahi hal-hal
terkait teknis.
- Disiplin (Dicipline)
Disiplin
harus ditegakkan dalam suatu organisasi, namun setiap organisasi memiliki cara
yang berbeda-beda dalam menegakkan kedisiplinannya. Kedisiplinan merupakan
dasar dari keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan organisasinya.
Implementasinya
dalam administrasi publik, misalnya
dengan mewajibkan apel pagi kepada seluruh pegawai, dibuatkannya tata tertib
yang berlaku utk seluruh pegawai, adanya punishment and
reward terhadap pegawai yang melanggar
tata tertib tersebut.
- Kesatuan Komando (Unity of command)
Berdasarkan
Prinsip Kesatuan Komando, Karyawan seharusnya hanya menerima perintah dari
seorang atasan saja dan juga bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Jika
terlalu banyak Atasan yang memberikan perintah, karyawan yang bersangkutan akan
sulit untuk membedakan prioritasnya. Hal ini juga akan menimbulkan kebingungan
dan tidak fokus pada tugas yang diberikannya.
Implementasinya
dalam administrasi publik dibuatkan tupoksi yang jelas untuk tiap pegawai,
sehingga pegawai mengetahui bahwa dia berada pada sub bagiani yang jelas. Contohnya seorang
bendahara hanya fokus pada urusan keuangan instansi, dan mempertanggung jawabkan
kinerjanya kepada atasan langsungnya yaitu kepala urusan keuangan.
- Kesatuan arah (Unity of direction)
Karyawan
yang bekerja dalam suatu organisasi harus memiliki tujuan dan arah yang sama
dan bekerja berdasarkan rencana yang sama.
Implementasinya
dalam administrasi publik, dibuatkan standar pelayanan yang sama (SOP) dan
berlaku menyeluruh, yang tujuannya untuk menyamakan persepsi pelayanan sehingga
tidak terjadi kerancuan dalam memahami aturan pelayanan suatu institusi.
- Mengutamakan kepentingan organisasi diatas kepentingan individu (Subordination of individual interest to general interest).
Kepentingan
Organisasi harus didahulukan dari Kepentingan Individu seorang karyawan.
Termasuk kepentingan Individu Manager itu sendiri.
Implementasinya
dalam administrasi publik, pegawai selalu memprioritaskan tupoksinya diatas
kepentingan pribadi. Hal ini merupakan bentuk loyalitas terhadap lembaga.
Contohnya adalah tetap mematuhi instruksi dari pimpinan, dan tetapberkoordinasi
dengan pimpinan terkait kepentingan lembaga.
- Kompensasi yang adil (Renumeration)
Salah
satu faktor yang mempengaruhi Kepuasan kerja karyawan adalah Upah atau Gaji
yang didasarkan pada tugas yang dibebankannya. Kompensasi yang dimaksud ini
dapat berupa Finansial maupun non-finansial.
Implementasinya
dalam administrasi publik,. Diberikannya tunjangan kinerja sesuai dengan
jabatan pegawai tersebut yang penilainnya didasarkan pada beban kerja.
- Sentralisasi (Centralization)
Menurut
Fayol, seorang pemimpin atau Manajer harus mengadopsi prinsip Sentralisasi yang
seimbang (bukan Sentralisasi penuh ataupun Desentralisai penuh). Hal ini
dikarenakan Sentralisasi penuh (Complete Centralization) akan mengurangi
peranan bawahan dalam suatu organisasi, sedangkan desentralisasi akan
menimbulkan kesimpangsiuran dalam pengambilan keputusan. Wewenang tertentu
harus didelegasikan sebanding dengan Tanggung Jawab yang diberikan.
Implementasinya
dalam administrasi publik, penentu kebijakan dan wewenang tertinggi dalam suatu instansi tetaplah berada pada wilayah
kepala kantor instansi yang bersangkutan.
- Rantai Skalar (Scalar chain)
Rantai
Skalar adalah garis wewenang dari atas sampai ke bawah. Setiap karyawan harus
menyadari posisi mereka di dalam Hirarki Organisasi. Garis wewenang ini akan
menunjukan apa yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya.
Implementasinya
dalam administrasi publik, dibuakan struktur organanisasi yeng jelas berikut
tugas pokok dan fungsi tiap pegawai secara jelas. Sehingga tiap personal tahu
persis apa yang menjadi tanggung jawabnya.
- Tata Tertib (Order)
Tata
Tertib memegang peranan yang penting dalam bekerja karena pada dasarnya semua
orang tidak dapat bekerja dengan baik dalam kondisi yang kacau dan
tegang. Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi dalam bekerja, fasilitas
dan perlengkapan kerja harus disusun dengan rapi dan bersih.
Implementasinya
dalam administrasi publik, dibuatkannya tata tertib dan standar operasional
pelayanan, sehingga tertib admnistrasi dan tertib organisasi terlaksana dengan
baik.
- Keadilan(Equity)
Manager
harus bertindak secara adil terhadap semua karyawan. Peraturan dan Perjanjian
yang telah ditetapkan harus ditegakan secara adil sehingga Moral karyawan dapat
terjaga dengan baik.
Implementasinya
dalam administrasi publik, contohnya pimpinan memberikan penilaian secara
obyektif terhadap kinerja pegawai. Pegawai yang baik diberikan reward dan
pegawai yang buruk kinerjanya diberikan punishman.
- Stabiitas kondisi karyawan (stability of tenure of personal)
Mempertahankan
Karyawan yang produktif merupakan prioritas yang penting dalam Manajemen.
Manager harus berusaha untuk mendorong dan menciptakan loyalitas Karyawan
terhadap organisasi.
Implementasinya
dalam administrasi publik, penilaian yang obyektif kepada pegawai akan
meningkatkan kompetisi sehat diantara
pegawai. Mereka akan berusaha kreatif dan profesional terhadap kinerja yang
menjadi tanggung jawabnya.
- Inisiatif (Initiative)
Karyawan
harus diberikan kebebasan untuk berinisiatif dalam membuat dan menjalankan
perencanaan, tentunya harus dengan batas-batas wewenang dan tanggung jawab yang
diberikan.
Implementasinya
dalam administrasi publik, pimpinan yang baik hendaknya tidak otoritaritas
dan sewenang-wenang terhadap pegawai.
Terbuka terhadap saran dan kritik untuk perbaikan instansi. Apresiasi apa yang pegawai ingin sampaikan
kepada pimpinan baik itu berupa keluhan, saran ataupun kritik, baik itu
disampaikan secara lisan ataupun tertulis, sehingga ada solusi logis untuk
pemecahan suatu masalah.
Juga
memberikan ruang kepada bawahan untuk pengembangan diri, baik itu melalui
pelatihan diklat atau seminar. Dengan cara-cara seperti ini diharapkan pegawai
dapat kreatif dan inovatif demi program-program perbaikan instansi.
- Semangat kesatuan (Esprite de corps).
Dalam
Prinsip “esprits de corps” ini, Manajemen harus selalu berusaha untuk
mengembangkan dan meningkatkan semangat kesatuan Tim.
Implementasinya
dalam administrasi publik, diberikannya semangat kepada pegawai melalui
kegiatan –kegiatan yang dapat memupuk kesadaran dan kekelurgaan. Contohnya
mengadakan outbond, familly gathering atau apapun kegiatan yang dapat menunjang
terciptanya suasana akrab tidak saja
antar pimpinan, namun juga seluruh elemen pegawai.
BAB
III
Penutup.
Demikianlah
makalah tentang 14 Teori Prinsipal Manajemen dari Henry Fayol ini dibuat untuk
pemenuhan tugas dari kuliah Teori Administrasi Publik, semoga bermanfaat dan
menambah ilmu/wawasan untuk saya sendiri dan khususnya untuk para pembaca.
Comments
Post a Comment